Review: ORGANICUP – THE MENSTRUAL CUP

Halo teman-teman..

Ketika saya mengupdate IG story tentang menstrual cup, banyak teman bertanya, itu apa? Beberapa teman juga ada yang sudah tau, namun terlalu takut untuk mencoba. Mereka penasaran tentu saja, dan mereka meminta kepada saya untuk berbagi cerita setelah menggunakan produk tersebut.

gambar 2
Organicup yang saya beli, size A. Per pack terdiri dari dari 1 pouch dan 1 cawan (totoronya enggak ya)

PERHATIAN: Saya berusaha seterbuka mungkin menceritakan pengalaman pertama menggunakan menstrual cup tersebut. Pada postingan kali ini, saya tidak akan menahan-nahan dalam penggunaan kata agar informasi dapat diterima dengan jelas oleh pembaca.

Sebulan yang lalu, saya menemukan sebuah postingan menarik dari @organicup.id di tab explore Instragram. Kenapa menurut saya menarik? Jujur, saya baru mengetahui bahwa setelah pembalut dan tampon, ada sebuah konsep yang bernama menstrual cup. Menstrual cup adalah cawan yang dimasukkan ke dalam organ kewanitaan yang dimaksudkan untuk menampung darah haid untuk kemudian dikosongkan dan digunakan kembali. Jadi jelas, menstrual cup bisa digunakan berkali-kali, tidak seperti pembalut dan tampon yang hanya sekali pakai. Terkait pertanyaan mengenai apakah menstrual cup bisa menghilangkan keperawanan, maaf saya tidak memiliki background keilmuan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mungkin postingan langsung dari organicup berikut ini bisa cukup menjawab:

gambar 8
Jawaban di IG @organicup.id tentang organicup for a virgin.

Jadi, karena saya sudah menikah, tidak ada yang menghalangi saya untuk mencoba menstrual cup, yeay! Seketika itu juga saya langsung mengunjungi website sustaination.id yang menjual organicup tersebut (iya, saya seimpulsif itu). Dari sana saya mengetahui bahwa harganya mahal, yakni 420ribu satu buahnya. Saya coba mencari menstrual cup di shopee, banyak pilihan memang, bahkan start from 7ribu rupiah. Bayangin aja! Bahannya silikon apaan kok bisa semurah itu?! Serem banget. Saya tidak mau ambil risiko untuk barang-barang yang dimasukin ke tubuh. Akhirnya saya kembali lagi ke website organicup dan bersabar menunggu promo minggu depannya. Promo gila-gilaan di hari Black Friday, beli 1 gratis 1.

gambar 3
Kemasan organicup terbuat dari kertas daur ulang dan sarat informasi.

 Tentang Organicup

Organicup memiliki 2 ukuran, yakni size A, direkomendasikan untuk wanita yang belum pernah melahirkan secara normal, dan size B yang direkomendasikan untuk wanita yang pernah melahirkan secara normal. Size di atas bisa dijadikan panduan untuk membeli menstrual cup pertama kali. Penggunaan kata “direkomendasikan” berarti tidak harus selalu demikian ya. Sekali lagi, anatomi setiap tubuh wanita itu berbeda dan punya keunikan masing-masing. Memang harus dicoba agar bisa tau mana yang cocok. Saya pribadi menggunakan size A. Pertama kali membuka kotaknya saya langsung shock, ternyata cawannya cukup besar. Saya hanya berdoa supaya muat masuk, hmmm.

gambar 9
2 ukuran Organicup (sumber: IG @organicup.id)

Banyak hal yang digaung-gaungkan sebagai kelebihan dari organicup ini. Chemical free: menggunakan silikon yang biasa digunakan untuk medis. Comfortable: cocok digunakan untuk orang yang sangat aktif karena tidak berasa apapun. Lasts years, not hours: yup, cawan bisa digunakan hingga 10 tahun. Certified vegan: no animal tested. Dia juga dinominasikan AllergyAward2018 dalam kategori Best Skin Friendly Product for Women dan dianugerahi Product of the Year dua kali lho.

Wajib hafal siklus menstruasi kamu!

Saya termasuk wanita yang dapat haid pertamanya terlambat, yaitu baru kelas 1 SMA. Haloooo, ketika cewek-cewek yang lain badannya udah tinggi-tinggi, udah dandan, udah punya pacar, apalah aku masih bocah. Begitu sudah haid, tinggi badan saya melesat 20an senti dalam setahun, namun sayangnya kesempatan untuk jadi tim paskibra atau mayoret sudah terlewat, hhehehe. Back to topic, saya beruntung karena sampai sekarang siklus menstruasi saya cenderung normal, berulang setiap sekitar 30-35 hari, dengan pola yang jelas. Sekalinya kacau itu tiga bulan lalu, siklus menstruasi saya sempat terganggu karena stress, sebulan haid 2 kali (yang kedua hanya berlangsung 3 hari). Sekarang sih sudah mulai normal kembali. Tahapan haid saya mulai dari flek hingga bersih total biasanya berlangsung cukup lama, mencapai 10 hari dengan pola sebagai berikut;

gambar 10
Pola siklus menstreuasi saya.

Dapat dibayangkan 10 hari itu berapa bungkus pembalut dan pantyliner yang saya butuhkan? Banyak! Permasalahan tidak hanya timbul dari segi biaya, tapi juga segi kesehatan. Saya sering mengalami iritasi parah di luar sekitar area kewanitaan. Asumsi saya, hal tersebut disebabkan karena kulit area kewanitaan yang lembab dan terpapar darah kotor dalam jangka waktu lama. Saya benar-benar berharap menstrual cup dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.

Pengalaman menggunakan menstrual cup

Hari 1

Paket kiriman baru datang. Hari tersebut saya sudah mengalami flek, menandakan siklus menstruasi akan segera dimulai. Saat yang tepat, pikir saya. Sesuai petunjuk penggunaan, saya merebus dulu cawan tersebut di air mendidih selama 4 menit. Saya sampai membeli panci yang murah-murah khusus untuk merebus cawan ini setiap bulannya. Saya tidak mau mencampur panci yang digunakan untuk memasak makanan dengan panci untuk merebus cawan, jijik hhehe.

gambar 7
Wajib dibaca dan dilaksanakan ya ini.

Setelah dingin, saya mencoba memasukkan cawan ke organ kewanitaan. Percobaan pertama saya menggunakan lipatan C-fold, namun tidak berhasil, lipatan cawan tidak mau terbuka. Saya lepas dan coba pasang kembali. Berikutnya, saya coba lepas pasang lagi menggunakan berbagai jenis lipatan yang saya cari dari internet. Lipatan yang cocok untuk saya adalah lipatan origami. Saya coba cek sekeliling batang cawan menggunakan jari. Saya rasakan bagian pangkal cawan tidak ada lagi yang terlipat. Saya coba tarik batangnya juga berat. Yes, berhasil. Saya mencoba berjalan, duduk, berbaring, dan berbagai pose lainnya. Ada rasa mengganjal yang walaupun sedikit, tapi tidak bisa saya abaikan. Terutama ketika saya duduk. Rasa tersebut sepertinya berasal dari batang cawan yang menjuntai. Rasa mengganjal tersebut hanya terasa ketika saya teringat bahwa ada benda asing di tubuh saya, jadi saya coba untuk “dah lupain aja”. Saya tidur dengan menstrual cup terpasang.

gambar 1
Berbagai cara melipat menstrual cup.

Hari 2

Pagi harinya saya langsung melepas cawan. Kata beberapa orang, melepas cawan jauh lebih susah daripada saat memasangnya. Saya harus sedikit mengejan, menarik perlahan-lahan batang cawan yang menjuntai. Pada saat yang sama, saya harus menekan pangkal cawan agar sedikit terlipat sehingga cawan mudah keluar. Cara kerja cawan ini seperti suction cup, jadi memang harus dilipat agar ada udara masuk dan cawan bisa terlepas. Saya mengusahakan mulut cawan menghadap ke atas agar darah haidnya tidak langsung tumpah. Ini saya posisinya duduk di closet ya. Di cawan saya hari ini belum terdapat banyak darah, hanya sedikit gumpalan merah gelap. Saya buang darahnya dan mencuci cawan di air mengalir menggunakan sabun yang ringan dan tidak berparfum. Saya pribadi menggunakan sabun cethapil (waktu itu iseng beli SiJ tapi ternyata tidak cocok). Setelah itu saya pasang lagi dan beraktifitas seperti biasa.

Pada hari itu, saya lepas, cuci, dan pasang kembali setiap 6-8 jam. Rasa mengganjal semakin terasa ketika saya membonceng sepeda motor. Saya berpikir mungkin di tubuh saya batang cawan tersebut agak kepanjangan, jadi saya akan memotongnya nanti malam ketika dilepas. Namun saya mengurungkan niat tersebut dan mencoba sehari lagi siapa tau saya akan terbiasa dengan rasa mengganjalnya.

gambar 4
Ini ni, yang ngeri-ngeri sedap.

Hari 3 

Keputusan saya semalam untuk tidak menggunting batang cawan ternyata tepat. Sempat sedikit shock karena cawan masuk lebih tinggi ke dalam organ kewanitaan. Saya harus mengejan dulu baru kemudian mencari-cari batang cawannya yang agak tersembunyi. Lepas-pasang hari ini berjalan lancar walaupun posisi cawan yang agak masuk lebih dalam. Barangkali justru memang seperti ini penggunaan cawan yang pas di tubuh saya. Hari ini tidak ada lagi rasa mengganjal yang mengganggu. Bahkan ketika saya ingat sedang menggunakan cawan pun, saya tetap tidak merasakan apa-apa. Nyaman sekali. Saya suka.

gambar 5
Petunjuk penggunaan organicup.

Hari 4 

Semalam saya mengosongkan cawan sekitar pukul 22.30 dan saya kenakan kurang lebih selama 8 jam ketika tidur. Ketika bangun saya risih karena merasakan semacam gelembung-gelembung udara. Duh pasti ini bocor. Dan benar, bocor cukup banyak. Untungnya karena masih dalam tahap coba-coba, saya masih menggunakan pembalut seperti biasa. Siang di kantor pukul 10.30 saya sudah mengosongkan cawan kembali. Hanya dalam waktu 4 jam tersebut, cawan saya sudah hampir penuh, namun tidak sampai bocor. Pukul 14.30, saya sudah merasakan gelembung-gelembung udara lagi. Dan benar ada sedikit bocor. Ketika cawan saya lepas, cawan sudah penuh. Darah hari ini berupa gumpalan-gumpalan besar. Hari keempat siklus menstruasi saya memang disaster.

gambar 6
Petunjuk cara melepas cawan.

 Hari 5 

Sekarang saya sudah ahli dalam melepas dan memasang cawan. Aliran darah hari ini sudah tidak sederas kemarin. Saya tidur 8 jam tetap aman tidak ada bocor sama sekali. Cawan hanya terisi setengahnya. Begitupun siang harinya.

Hari 6 dst

Saya sempat lupa tidak melepas cawan hingga 14 jam, saya tidak merasakan ada efek samping sih, tapi sebaiknya jangan sampai lewat dari 12 jam seperti petunjuk pemakaian. Tidak ada kebocoran sama sekali di hari-hari terakhir ini. Setelah menstruasi selesai, saya sterilkan kembali cawannya di air panas, masukkan ke pouch dan simpan.

Tips:

  1. Setiap tubuh wanita berbeda. Coba berbagai jenis lipatan untuk menemukan mana yang nyaman untuk kalian. Rileks saja jangan tegang. Sabar ya, untuk bisa lancar pasang-lepas memang butuh latihan kok.
  2. Batang cawan akan terasa sedikit mengganjal. Coba rasakan beberapa hari dahulu. Kenali anatomi tubuh sendiri sebelum terburu-buru memutuskan untuk memotong batangnya. Kenyamanan memang penting, tapi jangan sampai nanti sudah terlanjur dipotong malah membuat kita kesusahan saat melepasnya. Cawannya bisa untuk 10 tahun lho, rugi kalo beli lagi hanya karena motong batangnya kependekan.
  3. Untuk pemula, selalu cek cawan tiap 5-6 jam. Organicup memang menyatakan bahwa cawan aman digunakan hingga 12 jam. Namun, aliran darah ketika sedang deras-derasnya bisa bervariasi pada setiap orangnya. Kenali siklus menstruasimu. Jangan sampai cawannya kepenuhan dan bocor.
  4. Sebisa mungkin simpan sabun di dalam kemasan pouch Bawalah kemana-mana ketika kita sedang menstruasi. Jika bepergian dan terpaksa tidak ada sabun, cuci cawan dengan air mengalir hingga bersih, baru gunakan kembali. Cuci bersih menggunakan sabun segera setelah di rumah. Jangan dianggap sepele ya masalah kebersihan. Ini cawan masuk badan lho, sebisa mungkin menghindari risiko dan penyakit karena infeksi bakteri Toxic Shock Syndrome (TSS).

Jadi, pilih pembalut atau menstrual cup?

Menstrual cup! Bye pembalut~

Sorry for the post, here’s a potato:

hbkyr7umij02

Review: FOOTLABJKT LAUNDRY SEPATU

Halo teman-teman..

Kesel ga sih liat sepatu yang sering kita pake kotor? Sepatu kotor bikin penampilan ga rapi, kucel, ga maksimal, dan yang jelas membuat mood jelek. Ada beberapa sepatu yang walaupun sering dicuci, tapi tetap ga bisa sekinclong seperti pertama kali beli. Saya punya nih yang begini, sepatu putih, dicuci dan disikat seperti apapun ga bisa jadi kembali putih bersih, terutama di bagian jahitannya. Apalagi sekarang sudah mulai memasuki musim penghujan. Bekas airnya meninggalkan warna putih kekuningan. Mencuci sepatu di musim begini sering ga kering dan malah menjadi bau. Dulu saya bertanya-tanya, londrian baju itu nerima sepatu ga sih? Ada ga londri khusus sepatu? Jujur, selain malas, saya juga tidak begitu paham bagaimana perlakuan yang tepat untuk mencuci sepatu dengan bahan kanvaslah, kulitlah, suedelah, harusnya beda kan ya? Jadi, saya memutuskan untuk membawa sepatu-sepatu tersebut ke ahlinya.

gambar07
Sumber: IG @footlabjkt

Pertama kali saya mengetahui ada londri sepatu itu di Jogja. Wah menarik nih! Harusnya di Jakarta lebih banyak dong. Saya mendapatkan beberapa rekomendasi dari teman, salah satunya meminta saya untuk follow Instagram @footlabjkt. Londri ini memiliki beberapa cabang dan harganya lumayan terjangkau dibanding yang lain. Yah dengan kantong mahasiswa begini, pertimbangan pertama dari segala sesuatu adalah biaya 😂! Maju mundur maju mundur, selalu muncul keraguan untuk mencoba londri. Namun melihat sepatu kotor mangkrak depan kamar rasanya emosi bingung mau pakai karena kotor semua. Akhirnya, saya memaksakan diri untuk menyisihkan sedikit rejeki dan berangkat ke Footlab cabang Tebet.

gambar08
Ini paket deep clean yang saya coba.

Saya memanfaatkan paket deep clean drop 10 shoes 500k. Apa sih deep cleaning itu? Deep Cleaning adalah proses mencuci sepatu secara menyeluruh, meliputi semua bagian, yakni bagian Outsole (bawah), Midsole (samping), Upper (atas), Insole (dalam), dan Lace (tali). Pembersihan ini menggunakan bahan pembersih, alat, dan teknis tertentu disesuaikan dengan jenis bahan sepatunya. Paketan yang saya ambil itu memukul rata biaya deep clean untuk semua jenis sepatu. Kebetulan, sepatu-sepatu yang akan saya cucikan ini bervariasi bahan dasarnya, ada yang kulit, kanvas, dan suede.

Saya datang ke Footlab Tebet hari Sabtu tanggal 15 September 2018. Di luar bangunannya tidak terpasang tulisan Footlab. Jadi kalo cari lokasinya melalui Gmaps menggunakan keyword “Barberbros”. Lantai 1 itu tempat vape, naik ke lantai 2 ada Barberbros dan Footlab. Suasananya cukup nyaman, terdapat sofa untuk menunggu. Setiap sepatu dibuatkan kwitansinya, jadi saya menunggu cukup lama karena mamasnya harus menulis 10 kwitansi. Katanya pengerjaan sepatu membutuhkan waktu 7 hari. Oiya, saat itu saya melakukan pembayaran di awal.

gambar05
Footlab Tebet ada di lantai 2, jadi satu dengan Barberbros

Nah, karena saya berpikir 7 hari sudah jadi, saya kembali minggu depannya ke Footlab Tebet dan—belum jadi. Ada miskomunikasi antara saya dan mamasnya. Maksud dia 7 hari itu ternyata 7 hari kerja (kalo ga salah sih Sabtu-Minggu hanya menerima dropping, namun tidak mengerjakan londri). Mamasnya juga lupa bilang kalo nanti akan ada sms dari admin yang menyatakan sepatu sudah selesai dikerjakan dan bisa diambil. Akhirnya sms yang ditunggu-tunggu baru saya terima tanggal 09 Oktober 2018.

gambar06
Footlab Tebet

Jadi, prosedurnya:

Kita bisa menggunakan Gosend untuk pick-up sepatu kita, atau bisa drop sendiri ke cabang terdekat. Cabang ini hanya tempat dropping saja ya, semua sepatu dikerjakan di Pondok Indah. Kata mamasnya, pengerjaan deep clean sekitar 7 hari kerja. Ketika sudah selesai, sepatu akan dibawa kembali ke dropping point dan kita akan di-sms oleh adminnya bahwa sepatu kita sudah siap untuk diambil.

gambar01
Setiap sepatu selesai dikemas secara terpisah.

Plus:

  • bisa menggunakan Gosend untuk pick-up sepatu ke cabang terdekat
  • memiliki 5 cabang yaitu Pondok Indah, Senopati, Grand Indonesia, Bintaro Sektor 9, dan Tebet
  • pengerjaan deep clean cukup detail dan bersih
  • ada promo paketan deep clean murah, ini penting!
  • setau saya sih menerima segala jenis sepatu, tapi pas di sana saya tidak melihat londrian sandal
  • selain cuci, Footlabjkt menawarkan unyellowing, reglue/repair, repaint/recolor maupun custom painting
gambar04
Sepatu yang bersih sempurna.

Minus:

  • pengerjaan lebih dari 7 hari kerja (mungkin karena Tebet hanya dropping point?)
  • beberapa sepatu tidak bisa bersih sepenuhnya 😢
gambar03
Ini adalah sepatu-sepatu yang memang sudah berbulan-bulan saya biarkan kotor.

Anything else?

Apabila teman-teman berencana londri sepatu di Footlabjkt, pastikan bahwa kalian menanyakan semua yang perlu kalian ketahui sebelumnya biar tidak kecele seperti saya, hahahaha! Untuk kapan selesainya, intinya tunggu saja sms dari adminnya. Saya berasumsi, mungkin apabila langsung ngedrop sepatu ke Pondok Indah pengerjaannya bisa lebih cepat.

Terkait deep clean, menurut saya pribadi, saya yakin bisa mencuci bersih seperti Footlabjkt dengan sabun cuci dan sikat baju, tapi dengan kondisi: jika dan hanya jika saya sedang niat, hhahaha! Tapi kembali lagi yang saya sampaikan tadi terkait penanganan berbagai jenis bahan sepatu. Daripada asal pake detergen trus rusak, ya mending saya serahkan saja ke orang yang tepat. Selain itu, jangan berekspektasi banyak ya, berharap sepatu lama warna pudar trus warnanya bakal kinclong seperti semula lagi. Atau sepatu warna putih trus kotor udah ngendap selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bakal jadi putih lagi. Baju putih yang ga kotor aja kita masukin londri, 4 kali aja, pasti warnanya udah mulai menguning. Apalagi sepatu. Dulu saya memiliki kebiasaan buruk, yaitu menggunakan sepatu tanpa kaos kaki. Noda kotornya di sol dalam susah hilang. Untuk kasus demikian sepertinya membutuhkan treatment lanjutan berupa unyellowing dan recolor untuk mengembalikan sepatu ke warna asalnya. Sok yang sudah mencoba unyellowing dan recolor, ditunggu reviewnya ya.

gambar02
Berbagai treatment yang ditawarkan oleh Footlabjkt

Ke sana lagi?

Mungkin, saya penasaran dengan kemampuan Footlabjkt dalam menghilangkan bau yang tertinggal di sepatu. Saya memiliki 1 sepatu olahraga yang pernah dipipisin kucing. Sudah saya rendam di campuran air dan baking soda (katanya bisa menghilangkan bau), sudah dicuci 2 kali, namun baunya belum hilang dan masih ada sedikit noda kekuningan di sol bawahnya.

25 MINUTES MORNING SKINCARE & MAKE UP – part 2

Halo teman-teman..

Postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya yang kalian bisa cek di sini. Kalo sebelumnya saya membahas skincare, kali ini saya akan membahas my daily make up routine. Total waktu yang saya butuhkan untuk make up harian ini sekitar 15 menit saja. Saya berdandan dengan urutan: loose powder, alis, sedikit shading hidung, riasan mata, riasan pipi, compact powder, lipstik, dan terakhir no sebum powder.

IMG_20181013_111638-01-01
Kurang lebih ini persenjataan saya menghadapi hari.

Dasar Make Up

Saya bukan pecinta make up berat. Make up segini saja kalo sudah bercampur sebum, keringat, dan polusi ibu kota, rasanya sudah pengen cuci muka terus-terusan. Saya juga  bukan penggemar foundation. Memang sih dengan mengenakan fondie, make up jadi lebih tahan lama. Orang-orang menggunakan fondie salah satunya adalah untuk menutupi pori-pori yang besar. Saya punya permasalahan yang sama, namun saya malah kasian kalo pori-pori ditutup fondie yang ada dia malah tersumbat dan memicu munculnya komedo. Jadi saya mengenakan fondie hanya untuk acara-acara tertentu saja.

Lantas, apa dong dasar make upnya?

Saya hanya mengenakan bedak. Setelah tahapan skincare selesai, saya menggunakan 3 macam bedak untuk dasar make up saya: loose powder, compact powder, dan no sebum powder.

1. Loose Powder

Biasanya saya menggunakan bedak tabur sejuta umat Marcks yang yellow tone. Mumpung sedang habis, saya mencoba bedak tabur yang sempat viral dan mendapat banyak review positif dari para beauty blogger, yaitu Pond’s Magic Powder BB. Pond’s memiliki butiran yang halus dan berwarna krem yang menyatu dengan kulit wajah. Untuk pengaplikasiannya, saya menggunakan kuas. Saya memperhatikan bahwa butiran Pond’s tidak terbang jatuh kemana-mana seperti Marcks. Kemasannya juga lebih handy dan gampang dibawa kemana-mana. Untuk pemakaian di rumah, saya menaruhnya ke tempat bedak Marcks yang sudah habis tadi. Namun sayangnya, untuk ketahanan terhadap sebum wajah, kemampuan bedak tabur Pond’s ini biasa-biasa saja.

4 gambar 1
Bedak Pond’s menyatu dengan baik di kulit dan memberikan kesan kulit menjadi halus dan lembut.

2. Compact Powder

Saya penggemar berat The Body Shop untuk bedaknya saja 😁. All-In-One Face Base (Base Double Function) merupakan two way cake (yes, ada foundationnya) yang dapat digunakan menggunakan sponge kering maupun basah. Saya pribadi lebih sering menggunakan kuas untuk mengaplikasikannya ke wajah. Pun itu hanya berupa sapuan ringan karena sudah menggunakan loose powder dan riasan (saya menggunakannya pada tahap terakhir make up). Jika menggunakan sponge, coveragenya medium to high. Terlihat pada gambar, butirannya halus dan ngeblend dengan baik. Hasilnya matte ya teman-teman. Dulu sebelum saya menggunakan loose powder, bedak ini habis hanya dalam jangka waktu 2 bulan bahkan kurang. Sekarang sudah 6 bulan belum habis-habis juga.

4 gambar 6
Saya menggunakan shade 045 dan warnanya 1 tingkat lebih cerah dari warna kulit saya.

3. No Sebum Powder

No sebum powder berfungsi untuk mengontrol sebum secara efisien dan membuat kulit menjadi lebih cerah dan halus sepanjang hari. Cara penggunaannya adalah menepukkan bedak setelah tahap terakhir riasan.

Saya sudah mencoba 2 merk no sebum powder, yaitu innisfree no sebum mineral powder dan nature republic green tea pore powder. Packaging keduanya sama, berbentuk jar seperti bedak tabur pada umumnya, ukuran sama, lubang bedak sama, dan memiliki puff yang cukup tebal, sejauh ini puffnya bagus belum ada yang sobek atau rusak. Teman-teman banyak yang mengeluhkan lubang bedak terlalu kecil sehingga tidak mau keluar. Saran saya, keluarkan puff dan tutup wadah kembali, bolak-baliklah beberapa kali dan percayalah banyak bedak sudah berada di atas wadah pemisahnya. Saya sendiri lebih sering menggunakan kuas untuk mengaplikasikannya ke wajah.

4 gambar 9

Innisfree no sebum mineral powder berwarna putih bersih, dengan bubuk terpisah dan tidak menggumpal sama sekali. Kandungan mineral alami Jeju dan mint diklaim dapat membuat kulit menjadi sehat. Bedak ini berfungsi cukup baik di wajah saya. Jika biasanya per hari saya habis 2 lembar oil face paper, dengan pemakaian innisfree ini saya hanya membutuhkan 1 lembar saja. Mungkin karena berupa loose powder, saya menggunakan bedak ini cukup banyak sehingga boros dan cepat habis. Seperti nampak pada gambar, bedak ini memberi kesan matte pada kulit.

Nature republic saya beli saat bedak innisfree tinggal sedikit. Awalnya mencari yang lebih murah dari innsifree, eh malah terkena racun untuk membeli natrep yang jatuhnya lebih mahal 🙈. Iming-iming tambahan ekstrak green teanya diklaim mampu memberikan antioksidan pada kulit wajah. Nampak pada gambar, bedak ini menimbulkan kesan kulit bersinar. Bedak ini berwarna beige, tekstur agak menggumpal, namun lembut ketika disentuh. Sayangnya, bedak ini kurang bisa mengontrol sebum di wajah saya. Jadi mungkin saya ga akan repurchase dan kembali kepada innisfree saja.

Riasan Wajah

Sampai sekarang saya masih belum bisa merias wajah dengan baik dan benar, apalagi riasan mata. Untuk sehari-hari, mentok saya hanya menggunakan alis, eyeliner, maskara, blush on dan lipstik.

1. Alis

Saya penggemar Viva sejak 2010. Walopun sudah coba beberapa merk lain, berbagai jenis dan bentuk mulai dari pensil tanpa raut, bubuk, krayon, saya selalu kembali ke Viva cokelat. Namun kali ini saya teracuni nih. Ketika Miniso mulai merambah ke dunia kecantikan, pensil alis punya dia ternyata lumayan. Kalo biasanya tengah hari saya selalu touch up alis ketika mengenakan Viva (pangkal alis suka hilang warnanya terkena sebum), sekarang sudah jarang. Pakai Miniso ini, saya tidak touch up alis seharian. Saya menggunakan 2in1 eyebrow pencil, ujung yang satu berupa pensil, ujung satunya berupa bubuk yang ada kuasnya. Warnanya saya lupa, yang jelas warna cokelat paling terang. Berhubung Miniso bagian pensilnya sudah habis, saya menggambar garis alis menggunakan Viva dan mengisinya dengan bagian bubuknya.

4 gambar 8
Eyebrow Miniso warna cokelat paling terang pun masih kalah terang dengan Viva cokelat.

Oiya, selain untuk alis saya menggunakan pensil alis Viva cokelat untuk shading hidung juga, murmer hhahahaha. Saya merasa belum perlu untuk membeli shading/contour tersendiri, karena selain ga bisa mengaplikasikan contour maupun highlight, pakainya pun juga pasti jarang.

2. Eyeliner

Saya membeli 2 eyeliner ini ketika diskon counter 25%. Biasanya saya memakai yang kuning, namun kata mbaknya lebih bagus yang merah. Dan ternyata benar, yang merah lebih tahan lama, lebih pekat, padahal harganya sama. Biasanya malam pulang kantor, kalau yang kuning sudah hilang sedikit-sedikit, yang merah ini masih on point. Kedua eyeliner ini waterproof ya. Pada foto kiri bawah, saya mencoba menggosok-gosok keras goresan kedua eyeliner tersebut, sama-sama sedikit luntur. Namun ketika saya mencoba mengusap goresan tersebut dengan micellar water, eyeliner yang merah masih terpampang nyata sementara eyeliner yang kuning sudah terangkat. Ke depannya, saya akan repurchase yang merah saja. Kekurangan sekaligus kelebihannya adalah susah dibersihkan. Saya kesulitan membersihkannya karena saya memakai eyelash extension, jadi harus hati-hati banget agar kapas tidak tercantol di bulu mata.

4 gambar 7
Eyeliner Hyper Sharp Power Black (merah) tidak gampang luntur.

Menyinggung soal eyelash extension, sekarang saya tidak menggunakan maskara lagi. Biasanya saya memakai maskara Nyx Baby Doll Eye. Kalo kalian mencari maskara yang menambah volume atau menebalkan, maskara ini bukan pilihan yang tepat. Nyx Baby Doll Eye cocok untuk kalian yang mencari hasil akhir berupa bulu mata yang lebih panjang dan lentik. Mungkin nanti saya akan mereview  Nyx Baby Doll Eye ketika eyelash extension saya sudah rontok semua.

3. Perona Pipi

Blush on milik Wardah ini juga baru saya gunakan setelah blush on saya sebelumnya dari Revlon habis. Yang saya gunakan kali ini adalah blush on Wardah seri C dengan 2 warna yaitu pink coral dan peach. Saat disapukan di kulit tangan, tampak bahwa blush on tersebut memberikan warna yang lembut dan sedikit efek bersinar. Ada trik khusus yang saya dapatkan dari seorang youtuber favorit saya mengenai menggunakan perona pipi ala korea. Jadi, saya menyapukan blush on pink coral mulai dari batang hidung hingga bawah mata (ga sampe blush on nyebrang hidung ya), kemudian blush on peach menyambung pink tadi mulai dari bawah ujung mata hingga ke tulang pipi. Cara ini memberikan kesan pipi bersemu, namun tidak berlebihan.

4 gambar 5
Blush on Wardah seri C, memberi kesan cheerful namun tetap warm, cocok untuk pemilik kulit sawo matang seperti saya.

Kelebihan dari blush on ini, warnanya masih stay di pipi hingga malam saya pulang kantor. Kelemahannya, bagian yang warna pink entah kenapa lebih keras dibandingkan yang peach yang lebih powdery.

4. Perona Bibir

Wardah lip cream ini juarak banget. Favorit saya adalah Wardah Exclusive Matte Lip Cream no. 15 Pinky Plumise. Warnanya pink nude dan sedikit terang untuk kulit saya, namun memberikan kesan natural. Terkadang untuk memberikan kesan yang lebih segar, saya kombinasikan dengan Wardah Intense Matte Lipstick no. 15 Out of Red. Jadi pertama saya oleskan lip cream terlebih dahulu, setelah agak kering saya tambahkan lipstik hanya di bagian tengah bibir bawah.

gambar 11.jpg
2 warna favorit dari Wardah

Kekurangannya, warnanya nempel di gelas atau sedotan kalau kita minum atau makan, jadi memang harus touch up. Biasanya dalam 1 hari itu saya touch up sekali setelah makan siang.

Hasilnya seperti apa?

4 gambar 10
Hasil make up dengan cahaya natural dari jendela. Foto kiri menggunakan kamera depan, foto kanan menggunakan kamera belakang.
4 gambar 3
Hasil daily make up dengan cahaya ruangan. Foto menggunakan kamera depan.
4 gambar 2
Hasil daily make up dengan cahaya ruangan. Foto menggunakan kamera belakang.

Make up saya ini memiliki kelemahan, yaitu kurang mampu mengontrol sebum dan mengcover pori-pori serta bekas jerawat.  Tapi semua ini pilihan, iya kan? Ada yang memilih cuek dan bareface kemana-mana, ada pula yang memilih selalu penuh riasan kapan saja, dan saya memilih seperti ini. Yang penting kalo ada yang berdandan kaya lenong padahal cuma ke pasar, ato ada yang pede aja wajah penuh jerawat padahal pergi ke kondangan, dan berbagai macam wanita lain yang kita temui, kita ga perlulah berkomentar, apalagi menghujat. Itu pilihan mereka, kita ga pernah tau alasan mereka. Bukan begitu 😀?

gambar 9
Tengah hari wajah sudah mulai berminyak padahal berada di ruangan berAC. Akan tetapi, riasan masih stay hingga malam pulang kantor. Saya hanya touch up bedak dan lipstik saja (fyi, saya tidak wudhu). Foto kiri menggunakan kamera depan, foto kanan menggunakan kamera belakang.
gambar 10
Tengah hari sebum sudah sebanyak ini, adakah dari teman-teman yang punya solusi untuk kulit berminyak parah?

 

Review: NEOGEN DERMALOGY BIO-PEEL GAUZE PEELING LEMON

Halo teman-teman..

Dulu waktu jaman kuliah, hal pertama yang terbersit ketika mendengar kata peeling adalah treatment mahal di klinik kecantikan untuk menghilangkan sel kulit mati menumpuk di wajah secara instan. Hingga kemudian ketika sudah lulus dan masih nganggur menunggu pekerjaan alias bokek, saya mencari alternatif-alternatif perawatan peeling yang murah meriah. Saya cari-cari segala DIY di Pinterest kemudian menemukan keajaiban exfoliasi di baking soda dan lemon. Sampai sekarang, saya masih berlanjut mencari tau tentang per-peeling-an yang bisa dilakukan sendiri di rumah, yaitu dengan mencoba produk-produk yang mengandung AHA, BHA, asam blablabla, yang intinya sama, yaitu untuk mengangkat sel kulit mati sehingga wajah senantiasa bersih dan tidak kusam.

5 gambar 1
Neogen Bio-peel Gauze Peeling varian lemon.

Suatu kali saat saya iseng membuka shopee, di home bagian rekomendasi muncul produk bernama Neogen Bio-Peel Gauze Peeling. Bentuknya yang unik berupa pad sangat menarik perhatian hingga saya langsung klik detail. Saya mencari info lebih lanjut dan ternyata produk ini sudah cukup terkenal dan mendapatkan banyak review yang bagus. Bio-peel merupakan gabungan antara physical dan chemical exfoliator. Bagi yang belum tahu bedanya,physical exfoliator(dalam hal ini sisi kasar pad) mengeksfoliasi kulit dari luar untuk menghaluskan dan merontokkan sel kulit mati. Sementara chemical exfoliator (dalam hal ini essence-nya yang berwarna kuning) merupakan senyawa kimia yang bekerja dari dalam kulit.

Neogen Bio-Peel Gauze Peeling memiliki 3 varian, yaitu Lemon, Wine, dan Greentea. Kemasan fullsizenya berisi 30 pad dan harga yang cukup mahal membuat saya berpikir ulang untuk beli atau tidak. Takutnya setelah beli, ternyata tidak cocok di kulit wajah saya. Saya coba search lagi dengan filter harga, hahaha. Akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada varian lemon yang dijual satuan per pad di Happiness Sharing (kalo baca postingan sebelumnya pasti tau), sehingga kalau misalnya ga cocok ya ga rugi-rugi amat. Produk tersebut merupakan travel pack yang tiap pad-nya dikemas tersendiri sehingga higienis dan aman untuk dibawa kemana-mana.

5 gambar 2
Keterangan produk dan saran penggunaan.

Kenapa Neogen Bio-Peel Gauze Peeling Lemon?

Neogen Bio-Peel Gauze Peeling Lemon kaya akan vitamin C yang berfungsi sebagai anti oksidan. Beberapa chemical exfoliant yang terkandung dalam varian lemon ini antara lain lactic acid, glycolic acid, lemon, orange, dan papaya extract. Beberapa review yang saya baca menyatakan bahwa penggunaan rutin varian lemon secara rutin mampu membersihkan kulit hingga ke pori-pori, membantu menyamarkan bekas jerawat, serta membuat wajah lebih sehat dan cerah. Varian lemon diklaim bisa digunakan untuk jenis kulit apapun, terutama untuk pemilik kulit berminyak, kusam, serta warna dan tekstur kulit yang tidak merata.

Jadi, seperti apa Neogen Bio-Peel Gauze Peeling Lemon itu?

5 gambar 5
Individual pad yang mengandung cukup banyak essence.

Neogen Bio-Peel Gauze Peeling Lemon berbentuk pad yang memiliki 2 sisi dengan tekstur yang berbeda. Sisi pertama yang juga merupakan lapisan pertama, berupa 100% pure cotton mesh gauze pad yang berfungsi untuk mengikis dan mengangkat sel kulit mati tanpa membuat iritasi. Lapisan kedua menempel pada lapisan pertama berupa cushion pad. Selain membuat pad terasa lembut di kulit, lapisan ini juga menyimpan essence kandungan berbagai formula yang mampu melembabkan dan mencerahkan kulit. Lapisan ketiga yang sekaligus sisi kedua dari pad, adalah embossed pad yang berfungsi mengangkat sisa kotoran dan sel kulit mati sebelumnya, serta membuat kulit kita menjadi halus dan lembut. Berdasarkan saran penggunaan di kemasannya, bio-peel ini cukup aman digunakan 2 kali seminggu atau sesuai kebutuhan.

Cara penggunaan

5 gambar 3
Sisi kasar dan sisi halus pad masih bersih belum digunakan.

Neogen Bio-Peel Gauze Peeling Lemon digunakan pada wajah yang sudah dibersihkan dan dikeringkan. Masukkan 2 atau 3 jari ke dalam kantong pad dengan sisi kasar menghadap ke wajah. Usapkan pad ke wajah dengan sisi kasar terlebih dahulu. Jangan tertalu ditekan. Buat gerakan melingkar ke arah luar dan jauhi area mata atau bagian kulit yang luka jika ada (misalnya, sedang berjerawat). Gosok lembut lebih lama pada bagian yang dirasa kasar dan memiliki sel kulit mati menumpuk. Kalo saya, saya memulai dari dahi, pipi kanan, pipi kiri, hidung, dagu, baru kemudian terakhir leher. Pada tahapan ini, saya mengusap wajah selama kurang lebih 10 menit. Kemudian saya membalik pad menjadi lapisan halus menghadap ke wajah. Saya usapkan ke wajah untuk mengangkat sisa kotoran dan sel kulit mati. Petunjuk penggunaan meminta kita untuk mencuci muka dengan air hangat, namun saya menggunakan air biasa. Keringkan wajah dan lanjutkan dengan toner sesuai kebutuhan kulit.

Pendapat saya setelah pemakaian

Kondisi wajah saya sebelum pemakaian adalah warna kulit tidak merata, kasar di bagian hidung, pipi dalam, dan dagu karena komedo putih yang tidak bisa keluar. Pada pemakaian pertama, kesan pertama adalah saat mencuci muka kulit wajah saya terasa halus sekali. Setelah wajah dikeringkan, wajah terasa kenyal dan glowing sehat. Efek mulus terasa selama seharian, sementara efek rasa kenyal bertahan hingga 3 hari. Pada pemakaian kedua kali ini, bio-peel tersebut masih memberikan efek yang sama. Kasar di wajah tidak terasa lagi. Komedo masih terlihat, tapi sangat mudah keluar hanya dengan memijit hidung. Untuk warna kulit yang tidak merata, masih tampak di wajah saya. Mungkin butuh pemakaian rutin selama minimal sebulan agar perubahan signifikan mulai terlihat. Bisa dipahami bahwa sel kulit mati menumpuk pasti membutuhkan waktu untuk mengelupas, tidak mungkin instan. Sejauh ini tidak ada reaksi negatif atas penggunaan Neogen Bio-Peel Gauze Peeling Lemon.

5 gambar 4.jpg
Tampak bahwa pad berubah menjadi kotor karena mengangkat debu dan sel kulit mati dari wajah yang tidak cukup bersih hanya dengan mencuci muka.

Repurchase? Iya, mungkin mencoba varian yang lain atau bahkan size besarnya. Saya mencoba berbagai produk yang mengandung AHA-BHA, namun jarang menggunakan scrub wajah. Jadi saya rasa produk ini memenuhi kebutuhan wajah saya akan physical exfoliating.

25 MINUTES MORNING SKINCARE & MAKE UP – part 1

Halo teman-teman..

Berapa lama sih waktu yang kalian habiskan untuk siap-siap ketika akan bepergian? Kalo saya, total butuh waktu 1,5 jam dari mandi hingga siap berangkat. Nah apabila pertanyaannya lebih spesifik, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk skincare dan make up?

Jawaban pertanyaan tersebut tentunya akan bervariasi. Tiap wanita punya gaya dan kebiasaan masing-masing. Ada yang suka berangkat dengan muka polosan kemudian dandan di kantor, ada yang punya prinsip gapapa ga bedakan asal pake alis, ada yang make skincare doang, ada pula yang dandan berat mulai dari primer, foundation, hingga detail mata. Kebiasaan yang berbeda inilah yang membuat perbedaan waktu setiap wanita dalam berdandan yang cukup signifikan.

Ketika hendak bepergian, hal-hal minimal banget perlu ada di wajah saya adalah skincare dan alis (ya, alis saya tipis banget). Namun ketika saya memiliki waktu untuk bersiap-siap, ke kantor misalnya, saya akan mengaplikasikan skincare dan make up. Make up yang saya kenakan cukup ringan untuk digunakan seharian, namun karena kulit saya berminyak, saya memerlukan touch up bedak dan lipstik setelah makan.

Saya membagi rutinitas pagi menjadi 2 kegiatan, yakni skincare dan make up.

Morning Skincare

IMG_20181013_105248-01
Rangkaian skincare pagi.

Secara genetis, kulit saya tidak pernah mulus. Orang tua saya juga memiliki kulit berminyak, namun beberapa titik sangat kering, dan pori-pori yang besar. Berbagai upaya saya lakukan untuk mengurangi hal tersebut. Dan hal paling manjur yang saya ketahui untuk menuju kulit terbaik saya adalah dengan menjaga kelembabannya.

Sudah sekitar satu tahunan saya menggunakan serangkaian produk dari SK-II. Pada awalnya, niat saya adalah untuk lepas dari krim dokter, terakhir itu saya menggunakan produk dari Natasha. Sampai kemudian saya mencoba produk best seller dari SK-II yaitu Facial Treatment Essence (FTE) dalam kemasan travel size 30ml yang saya dapatkan online. Dan sesuai dengan review dari sebagian besar orang, hasilnya WOW! Benar adanya bahwa ada harga ada kualitas. Kulit saya membaik tanpa melewati masa breakout peralihan dari krim dokter. Saya langsung tertarik dan mencoba rangkaian produk SK-II yang lain, lagi, dengan ukuran travel size. Ya gimana ya, harga produk fullsizenya bisa satu bulan gaji saya 😂.

gambar 1.jpg
Bareface saya hanya mengenakan skincare. Foto kiri menggunakan kamera belakang, dan foto kanan menggunakan kamera depan.

Jadi, skincare apa saja yang saya gunakan?

Saya menggunakan 5 produk skincare dan membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit dalam pengaplikasikannya karena masing-masing layer produk membutuhkan sedikit waktu agar terserap dengan baik ke kulit.

1. SK-II Facial Treatment Clear Lotion

Merupakan toning lotion yang mengandung AHA dan Pitera yang membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Istilah lotion dalam produk Jepang memang agak berbeda dengan lotion yang sering kita dengar. Kita identik dengan lotion yang berbentuk putih kental seperti pada hand & body lotion. Produk Jepang lainnya seperti Hadalabo, juga memiliki lotion seperti SK-II. Clear lotion berwarna putih bening dan bertekstur ringan seperti air. Lotion ini digunakan setelah mencuci muka. Cara penggunaannya sederhana, cukup dituang ke kapas secukupnya dan diusap ke wajah. Sebagai catatan penting, usaplah kapas secara lembut dari bawah ke atas, dari tengah ke luar sisi wajah. Dan cukup sekali, jangan mengusap bagian wajah berkali-kali dengan clear lotion ini. Banyak review yang menyatakan bahwa beberapa orang tidak cocok dengan clear lotion, bikin jerawatlah, komedolah. Pihak SK-II (di website) menyatakan bahwa hasil dapat berbeda-beda untuk setiap orang. Namun beberapa lainnya, semua itu karena mereka salah dalam cara mengaplikasikan lotion ini.

gambar 6
Tekstur ringan seperti air.

Formula clear lotion membantu mempersiapkan wajah untuk manfaat produk-produk perawatan kulit selanjutnya. Dari pengalaman saya, clear lotion ini hanya akan berfungsi dengan baik apabila dilanjutkan dengan produk SK-II lainnya.

2. SK-II Facial Treatment Essence

FTE adalah produk unggulan dan terlaris dari SK-II. Produk ini mengandung 90% Pitera serta bahan bio-alami yang mengandung vitamin, asam amino, dan mineral. FTE membantu mentransformasi kulit menjadi sebening kristal, meningkatkan tekstur, cahaya, dan kekencangan kulit.

gambar 7
FTE dengan clear lotion yang cepat meresap ke kulit.

Hampir sama dengan clear lotion, FTE berwarna bening namun lebih kuning. Dari gambar di atas, teman-teman dapat melihat perbedaan penggunaan FTE dengan atau tanpa lotion. FTE dengan penggunaan clear lotion sebelumnya jauh lebih cepat terserap ke dalam kulit. Kekurangan dari FTE ini adalah aromanya yang cukup mencolok. Tapi justru aroma unik inilah yang bagi penggunanya yang sudah terbiasa, dapat digunakan untuk mengetahui mana FTE yang palsu (ya, di toko online banyak palsunya lho, hati-hati). FTE ini juga meninggalkan sedikit rasa lengket namun lembab di kulit.

3. SK-II LXP Ultimate Perfecting Serum

Hanya serum ini yang saya temukan cukup ringan digunakan pada siang hari. LXP Ultimate Perfecting Serum ini mengandung Pitera dan skin regenerating activ, biasanya digunakan untuk anti aging. Selain teksturnya, saya juga menyukai aromanya yang lembut eperti air mawar. Kelemahannya, kalo FTE aja mahal, yang ini mahal banget, saya hanya sanggup beli kemasan 10ml-nya 😂. Layaknya serum pada umumnya, LXP ini meninggalkan sedikit rasa lengket di kulit, namun lengket tersebut nanti akan hilang ketika sudah ditumpuk dengan bedak tabur.

gambar 5
Kemasan 10ml serum yang sudah hampir habis.

4. SK-II R.N.A. Power

Perawatan wajah harus selalu ditutup dengan pelembab. Pelembab RNA Power merupakan salah satu best seller dari SK-II yang memenangkan bayak penghargaan. Di kulit saya, pelembab ini memberikan hasil yang signifikan. Dengan pemakaian teratur, kulit berasa lebih kenyal dan kencang, serta tidak kering. Saya menggunakannya pagi dan malam. Oiya, saya agak kurang suka dengan jarnya, sering terdapat residu krim yang menempel di uliran tutupnya. Dibersihkan pun akan muncul lagi. Waktu dibersihkan, banyak sekali krim yang menempel di tisu. Mau dipake juga tidak bisa, sayang sekali.

gambar 8
RNA Power dalam kemasan travel size.

5. Biore Aqua Rich Watery Essence

Kelemahan saya dulu adalah saya malas menggunakan sunblok. Kenapa? Satu, teksturnya lengket. Dua, bikin berminyak parah. Tiga, meninggalkan whitecast. Empat, bikin wajah berwarna pink abu-abu. Namun ternyata sunblok sekarang banyak mengalami perkembangan. Dari rekomendasi seorang teman, saya diminta untuk mencoba Biore Aqua Rich Watery Essence. Gamau rugi dan takut ga cocok, saya membeli share in jar 5gr di Happiness Sharing. Selain menawarkan perlindungan yang cukup tinggi yaitu SPF 50+/PA+++, sunblok ini juga waterbased sehingga ga bikin oily. Harga terjangkau, aroma seperti lemon, bahkan memberikan efek dingin di kulit. Sunblok terbaik sejauh ini ❤.

gambar 9
Walaupun terlihat kental, sunblok ini ringan di kulit.

Setiap selesai tiap layer produk-produk di atas, saya memberi jeda sekitar 1-1,5 menit agar mereka terserap sempurna ke kulit. Oiya, satu lagi hal baik dari skincare yang saya gunakan. Skincare tersebut cocok dan ngeblend dengan make up yang saya gunakan, termasuk jika saya menggunakan foundation. Skincare ini tidak membuat kulit mulus namun licin layaknya menggunakan krim dokter sehingga make up ga mau nempel. Saya belum pernah mengalami foundation retak-retak, bedak geser dan semacamnya. Paling parah hanyalah cakey di bagian pangkal hidung di tempat kacamata bersandar.

Bagaimana saya tau bahwa skincare saya memberi perbedaan berarti?

Kata orang, kita ga akan menyadari perubahan yang terjadi di wajah kita karena kita melihat dan menyentuh wajah kita setiap hari. Itu ada benarnya sih. Akan tetapi, perubahan yang dibawa oleh SK-II ini cukup nyata hingga kita menyadari tekstur kulit kita membaik, dan kulit menjadi lebih kenyal karena menyimpan kelembaban.

Kata orang juga, orang lainlah yang bisa menilai perubahan di diri kita. Ini juga benar. Kapan hari, saya menjalani treatment face rejuvenation di salah satu klinik kecantikan khusus wanita. Sudah lama saya tidak kesana, dan kali ini saya dilayani oleh kapster yang dulu sering megang saya. Tiba-tiba dia bilang bahwa kulit saya jauh lebih baik, lebih lembab, dan tidak kering seperti dulu. Saya dengar itu ya cuma cengar-cengir 😀.

Hal yang paling ga disuka dari rangkaian skincare ini apa?

Pertama, keseluruhan rangkaian ini tidak mengurangi produksi minyak di wajah saya. Kedua, SK-II MAHAL! Saya sebisa mungkin menghindari beli di counter, tapi saya juga sangat berhati-hati beli online karena banyak yang jual palsunya 😔. Apakah bakal repurchase? Oh yes, definitely!

 

Bersambung ke part 2.

ELECTROCAUTERY TREATMENT, BERANI COBA?

Halo teman-teman..

Apakah yang membawa kalian sampai pada postingan ini? Electrocauter? Skin tag? Atau mungkin tahi lalat dan milia? Pada postingan kali ini saya mencoba berbagi pengalaman mencoba electrocautery treatment.

milia-skintag.jpg
Foto atas: Milia | Foto bawah: Skin tag

Apakah electrocautery treatment?

Electrocautery treatment (selanjutnya saya sebutcauter) ialah teknik bedah minor yang aman untuk menghilangkan tahi lalat, bintil putih (milia), dan skin tag yang dilakukan oleh dokter. Cara kerja cauter adalah dengan menggunakan alat yang akan mengalirkan arus listrik. Tujuannya untuk mengambil atau melenyapkan jaringan yang tidak diinginkan. Berdasarkan pengalaman saya, saya menyebutnya “pembakaran” kecil jaringan kulit yang tidak diinginkan.

Manfaat cauter sendiri adalah untuk menghilangkan kutil, bintik hitam, tahi lalat dan bahkan beberapa kelainan kulit seperti keratosis seboroik, skin tag, aktinik keratosis, kondiloma akuminata dan sebagainya (sumber http://agelessaestheticclinic.com/electrocauter/).

Apakah cauter aman?

Jangan khawatir, tindakan tersebut aman jika dilakukan oleh dokter yang ahli dan penggunaan alat yang benar dan sesuai prosedur.

Permasalahannya apa kok sampe harus cauter?

Pada wajah saya cukup banyak terdapat skin tag. Kondisi ini saya sadari sekitar 4-5 tahun lalu. Wajah yang awalnya mulus mulai muncul banyak benjolan kecil, terutama di bagian apple cheek. Awalnya saya kira komedo buntu (yang akhirnya saya tau bahwa namanya adalah milia), namun beberapa titik tersebut mulai bertumbuh menjadi agak besar hingga tampak menjuntai. Milia ada sih, tapi cuma sedikit sekali. Ternyata kondisi ini saya dapatkan karena genetik dari garis Ibu. Ibu saya memiliki banyak sekali skintag, nenek saya malah lebih banyak lagi dan jauh lebih besar. Semakin tua, semakin banyak. Kapan hari saya juga mulai melihat munculnya skin tag di wajah adek saya. Bahkan ada yang terletak di kelopak mata dekat dengan bulu mata sehingga menyukitkan ketika menggambar eyeline. Dokter berkata bahwa kondisi saya ini diperparah karena tidak pernah menggunakan sunblok.

pipi
Karena berbentuk benjolan, skin tag ini juga tidak mampu ditutupi oleh bedak maupun foundation setebal apapun.

Bagaimana prosesnya?

Beberapa bulan sebelumnya saya sudah mencari info cauter ini di beberapa klinik kecantikan. Pertimbangan utama saya adalah biaya, hhehehe. Iyalah masa ada yang pasang tarif 500ribu per 4 titik, padahal di wajah saya terdapat banyak sekali skin tag. Hingga akhirnya saya melaksanakan tindakan cauter di Manggala Beauty Clinic saat saya mudik lebaran 2017. Sebelum melakukan tindakan, kita wajib konsultasi dahulu dengan dokter untuk mengetahui benar masalah pada wajah kita itu seperti apa. Oiya, saya cukup merogeh kocek <300ribu untuk tindakan ini.

Tindakan dimulai (akhir Juni 2017)

Awalnya, wajah kita dibersihkan dahulu menggunakan susu pembersih dan sabun cuci muka. Kemudian pada bagian yang akan dicauter diolesi semacam krim anestesi putih tebal-tebal oleh kapternya. Dan yang membuat saya tercengang, wajah saya ditutup oleh plastik wrap yang dilubangi layaknya sheetmask. Katanya sih agar tetap steril dan krimnya tadi tidak kering dan meresap. Kalo ga salah saya diminta menunggu satu jam agar anestesinya meresap. Masih ingat banget duh ngantuknya.

Dokternya datang. Plastik wrapnya dilepas. Saya diminta untuk menggenggam semacam grounding pad. Dan dokter mulai menempelkan jarum ke wajah saya. Rasanya sedikit clekit-clekit tiktiktik saat logam mengenai kulit. Ada bau daging terbakar, seperti kalo kamu nangkepin nyamuk pake raket nyamuk kan ada bau-bau terbakar. Dokter membersihkan milia dan skin tag yang kecil-kecil terlebih dahulu. Hampir tidak berasa sakit. Kemudian dokter beralih ke skin tag yang lebih besar. Beliau bilang, “Mbak ini agak gede skin tagnya, jadi nanti mungkin agak sakit dan agak cekung ya bekas lukanya“.

Proses pembakaran ini memakan waktu sekitar satu jam. Setelah semua skin tag hilang, wajah kembali dibersihkan oleh kapster. Diolesin macem-macem sih waktu itu tapi saya lupa ga tanya. Setelah tindakan selesai, saya diberi obat antibiotik yang harus selalu dipakai sesuai saran dokter. Dilarang mencuci muka semalaman, dilarang menggunakan skincare 3 hari, dan selalu mengenakan sunblok.

Oiya, saya juga dioleh-olehi jarum cauternya untuk dibawa pulang, hehehe.

blade
Jarum tersebut sudah hilang. Bentuknya kurang lebih seperti yang di tengah.

Paska cauter..

Hari 0-1 wajah merah seperti habis difacial. Bekasnya agak cekung dan beberapa titik masih sakit ringan seperti pecah jerawat gitulah.

gambar 4
Satu jam setelah tindakan cauter (27 Juni 2017).

Hari 2-5 bekas lukanya mulai mengering dan menggelap.

Hari 6-dst beberapa bekas luka sudah mulai mengelupas. Saran dokter jangan dikelopekin sendiri ya bekasnya, biarkan mengelupas dengan sendirinya.

gambar 2
Luka mengering dan menggelap.
gambar 1
Penampakan wajah H+2 (29 Juni 2017).

Sempat menyesal karena setelah tindakan eh baru tau kalo ternyata tahi lalat juga bisa dihilangkan dengan cauter. Saya memiliki satu tahi lalat yang cukup mengganggu di bagian atas bibir kanan, ya kalo ada kesempatan dan cara untuk dihilangkan sih pengennya dihilangin aja, hehehe.

Sekarang (Oktober 2018)

Puji Tuhan belum ada skin tag yang tumbuh lagi. Kekhawatiran luka yang cekung tadi menjadi bopeng atau keloid juga tidak terjadi (Yap, saya juga rentan keloid). Kata dokter, skin tag bisa tumbuh seiring dengan berjalannya usia. Jadi memang harus pinter-pinter menjaga wajah, selalu pakai pelembab dan sunblok, dan merawat wajah sesuai dengan kebutuhan jenis kulitnya.

gambar 3.jpeg
Pipi kanan kiri mulus tidak ada benjolan skin tag lagi.

Untuk teman-teman yang ragu untuk mencoba electrocautery treatment ini, saya sudah coba dan aman dan saya tidak menyesal. Saran saya cari klinik/dokter yang terpercaya ya. Wajah mulus menantimu lho~ 😘

Review: BIODERMA SENSIBIO H2O

Halo teman-teman..

Pastinya kalian sudah tidak asing dengan produk pembersih wajah yang satu ini, micellar water Bioderma. Produk ini diklaim sebagai micellar water dermatologis yang sangat cocok untuk kulit dan merupakan pioner/pelopor micellar water yang sekarang sudah dikenal di seluruh penjuru dunia. Micellar water Bioderma memiliki formula yang ringan dan bertekstur seperti air.

gambar 1
Bioderma Sensibio H2O untuk kulit sensitif.

 

Saya sudah mencoba beberapa micellar water yang beredar di Indonesia, mulai dari Bioderma semua varian: Sensibio H2O (pink), Sebium H2O (hijau), dan Hydrabio H2O(biru), kemudian Garnier Micellar Water (pink), dan Nivea Micellair Skin Breathe Dry/Sensitive Skin (pink). Awalnya saya menggunakan bioderma sebagai pengganti susu pembersih yang ribet lengket dan ngabisin banyak tisu dan kapas, serta kewajiban cuci muka setelahnya untuk menutup prosesi “membersihkan muka”. Boro-boro mandi, ngebayangin harus ngebersihin muka dengan berbagai step yang harus dilewati itu sumpah ya—-males banget, ga efisien kapas dan waktu 😂. Pernah ada masanya rajin pake fondie tiap hari tapi cuma ngandelin cuci muka aja untuk bersihin muka saking malesnya, beuhhh muka jadi ancur banget teksurnya. Pakai skincare serum dll tapi kalo di tahapan awal bersihin wajahnya aja sudah ga benar, ya ga bakalan ngefek. Pori-pori besar, berjerawat walau ga banyak tapi datang silih berganti, sekalinya facial mbak-mbak kapsternya sampe mengeluh dia panen. Makanya, micellar water ini bener-bener solusi yang tepat untuk permasalahan-permasalahan kemalasan dan keefisienan tersebut.

BIODERMA SENSIBIO H2O

Dan dari beberapa micellar water yang saya coba tersebut, Bioderma Sensibio H2O (pink) yang saya rasa paling pas untuk wajah saya. Pernah coba ganti dengan merk lain yang yahh—lebih murmer, namun ujung-ujungnya balik lagi ke Sensibio H2O untuk kulit sensitif. Wajah saya sebenarnya normal to oily, tapi entah saya kurang sreg dengan Bioderma varian Sebium H2O yang diperuntukkan untuk kulit berminyak.

gambar 2
Non Rinse – Paraben Free – Hypoallergenic

 

Komposisi:

Aqua/Water/Eau, Peg-6 Caprylic/Capric Glycerides, Fructooligosaccharides, Mannitol, Xylitol, Rhamnose, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Propylene Glycol, Cetrimonium Bromide, Disodium Edta. [Bi 446]

Cara Menggunakan:

  1. tuang micellar water ke kapas
  2. secara lembut bersihkan kotoran dari wajah, termasuk make up mata
  3. terapkan berulang-ulang sampai kapas menjadi bersih
gambar 5
Sekali usap dan make up langsung terangkat.

 

Kembali pada alasan mengapa saya suka varian Sensibio H2O. Pertama, dari aroma. Walau diklaim sebagai produk fragrance free formula, tapi menurut hidung saya, semua varian micellar water Bioderma ini memiliki aroma yang berbeda-beda. Dan dibanding 2 varian bioderma yang lain, micellar water Sensibio H2O ini paling tidak mencolok. Dari impresi pertama pakai saja, saya langsung jatuh cinta. Tidak ada sensasi menyengat seperti remover yang menggunakan alkohol. Oiya, dia ini alcohol-free ya.

Kedua, tingkat kebersihan dalam mengangkat kotoran. Apabila dibandingkan dengan micellar water merk lain yang pernah saya coba, micellar water Bioderma ini (segala varian) lebih cepat mengangkat kotoran hanya dalam sekali usapan. Cukup dengan 2 kapas lapis tipis saja sudah bisa untuk membersihkan make up sehari-hari (bedak, pensil alis, lipstik, dan maskara). Tapi berhubung saya tidak berhijab dan leher saya juga terpapar debu dan kotoran, saya tidak pernah melewatkan bagian leher untuk turut dibersihkan, jadi ya butuh 3 lapis kapas. Ini yang beneran sampe bersih ya, sampe kapasnya tetap putih hampir tidak berubah warna.

gambar 3
Penggunaan kapas untuk membersihkan wajah dan leher.

 

Ketiga, sensasi setelah membersihkan muka. Sensasinya seperti tidak memakai apa-apa. Loh kok? Iya, rasanya seperti tidak memakai apa-apa. Tidak ada rasa lengket seperti setiap selesai membersihkan muka menggunakan susu pembersih. Atau sensasi rasa kering setelah menggunakan remover yang beralkohol. Beneran kayak—ya udah bareface aja gitu, justru cenderung lembab. 💆

Khusus untuk make up berat dengan fondie yang tebel banget, saya bersihkan wajah dengan evoo dan susu pembersih dulu, kemudian angkat dengan tisu baru dilanjutkan dengan Sensibio H2O. Angkat dengan tisu? Kenapa? Bisa dibaca di sini.

Nah habis itu, baru deh dilanjutkan dengan cuci muka. Namun kalo pas malem dan udah capek banget, biasanya langsung saya lanjutkan dengan tahapan skincare malam. Bahkan kalo lagi kumat malesnya langsung lanjut tidur 😂 (ini jangan ditiru!). Yaaaa, micellar water Bioderma ini bisa tanpa bilas lho.

gambar 4
Ini ketika saya masih mengenakan daily make up tanpa foundation, dibersihkan pake Sensibio H2O, dan kemudian setelah cuci muka.

Plus:

  • aroma tidak mencolok
  • cepat mengangkat kotoran
  • tidak ada sensasi kering
  • tidak mengandung pewangi
  • tidak mengandung alkohol
  • tidak mengandung paraben
  • hypoallergenic
  • sejauh saya mencoba, tidak mengalami rasa perih di mata
  • dapat digunakan pagi dan malam
  • tanpa bilas

Minus:

  • harga lumayan mahal
  • ketika membersihkan lipstik, ada sedikit rasa pahit tertinggal
  • ada temen yang saya rekomendasikan bioderma Sensibio H2O, eh malah wajahnya merah-merah (tipe kulit dia acne prone parah) L

Namanya skincare ya, cocok-cocokan. Di saya malah cocok banget. Apakah bakal repurchase? YA!

Bioderma menyediakan 3 ukuran: 100 ml, 250 ml, dan 500 ml. Lupa deh ini udah botol ke 5 atau 6 saya, pernahnya coba varian yang 100ml dan 250 ml, tergantung mana yang lagi diskon. Kalo stok dah mau habis saya selalu mantau Sociolla atau Guardian yang sering promo beli 1 +Rp1000 dapat 1. Saya ga berani beli di shopee, lazada, semacamnya, banyak sih yang murmer, tapi takut barang palsu L. Jadi saran saya, hati-hati ya kalo mau beli bioderma, selalu cari seller yang trusted, mendingan keliling rajin cari flyer promo dibanding beli onlen murah tapi palsu.

By the way, saya cuci mukanya menggunakan Bioderma Sebium Gel Moussant (biru). Saya belum pernah coba facewash Bioderma varian lain sih, but FYI, ini enak banget. Ga licin dan ga bikin kering. Ini udah botol ke 3 saya.

gambar 6
Foaming gel sebium untuk kulit berminyak.